Kadin Tangsel Siapkan Smart Market, Digitalisasi Pasar Rakyat Ditargetkan Dongkrak Ekonomi dan UMKM
Ciputat – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui audiensi dan silaturahmi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan di Lantai 7 Gedung 2 Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Senin (22/6/2026).
Audiensi tersebut dihadiri Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan Marhadi, SE., MM., Direktur Eksekutif (DE) Medi Sumaedi, SH., Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan Dr. Tb. Asep Nurdin, S. Kom., M. Kom., Sekretaris Dinas Ahmad Syatiri, Kepala Bidang Budi Irwan, Waka. Kerjasama antar Lembaga Dan Bantuan Hukum Kadin Tangsel, Syafrinal Dachlan, Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Kominfo Kadin Tangsel Muhammad Zuber Qomarudin, SE., Ketua Komite Tetap Radi Iswan, Hadi, serta Reza Kautsar.
Pertemuan tersebut membahas penguatan kolaborasi antara Kadin Tangsel dan Diskominfo dalam mendukung transformasi digital, pengembangan UMKM, serta implementasi program pasar digital yang ditargetkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Ketua Kadin Tangsel, Marhadi, menjelaskan bahwa audiensi tersebut memiliki beberapa tujuan utama, yakni menjalin silaturahmi, memperkenalkan kepengurusan Kadin yang baru, sekaligus membangun kolaborasi strategis dengan Diskominfo untuk mendukung berbagai program ekonomi berbasis digital.
"Kami datang untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan kepengurusan Kadin, khususnya bidang komunikasi, informatika, dan media yang nantinya menjadi ujung tombak digitalisasi di Kadin. Kami juga ingin memperkuat kolaborasi dengan Diskominfo dalam mendukung program-program yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kapasitas UMKM di Kota Tangerang Selatan," ujar Marhadi dalam dialog tersebut.
Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah pola perdagangan dan perilaku konsumen. Karena itu, Kadin Tangsel menilai pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan ekosistem digital agar dapat bersaing dan meningkatkan omzet usaha.
"Pasar saat ini sudah berada dalam satu genggaman tangan. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM untuk berkembang. Kadin ingin hadir memastikan pelaku usaha lokal bisa memanfaatkan teknologi digital sehingga mampu naik kelas dan memberikan dampak terhadap peningkatan perekonomian daerah," katanya.
Salah satu program unggulan yang dipaparkan dalam audiensi tersebut adalah pengembangan Pasar Digital atau Smart Market yang akan dijadikan proyek percontohan di salah satu pasar rakyat di Tangerang Selatan.
Marhadi menjelaskan konsep yang dibangun bukan sekadar menciptakan aplikasi, melainkan membangun sebuah ekosistem perdagangan digital yang menghubungkan pedagang, pembeli, sistem pembayaran, layanan distribusi, hingga data pelanggan dalam satu platform terintegrasi.
"Kami ingin menciptakan smart market. Pedagang tetap melayani pembeli secara offline, tetapi pada saat yang sama juga bisa menjangkau konsumen secara online. Ini bukan hanya aplikasi, melainkan ekosistem penjualan yang lengkap," ujarnya.
Dalam konsep tersebut, pedagang pasar akan didorong menggunakan sistem pembayaran digital melalui QRIS, katalog produk digital, layanan pengantaran barang, hingga fitur live selling untuk memperluas pasar.
Kadin Tangsel juga menargetkan implementasi digitalisasi pembayaran dan transaksi di pasar rakyat melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dukungan sistem pembayaran berbasis QRIS.
Marhadi menilai salah satu tantangan utama yang dihadapi pasar tradisional saat ini bukan hanya jumlah pengunjung, tetapi bagaimana meningkatkan nilai transaksi yang terjadi.
"Masalah utamanya adalah pasar ramai belum tentu omzet pedagang naik. Karena itu kami menyusun kajian bagaimana digitalisasi dapat meningkatkan omzet secara signifikan melalui pembayaran digital, katalog produk, layanan delivery, live selling, hingga pengelolaan data pelanggan," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marhadi juga berharap Diskominfo Kota Tangerang Selatan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur digital, khususnya ketersediaan jaringan internet dan bandwidth yang memadai untuk menunjang implementasi pasar digital.
Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi faktor penting agar program tersebut dapat berjalan optimal tanpa membebani pedagang maupun pelaku UMKM.
"Kami membutuhkan dukungan terkait bandwidth dan infrastruktur internet. Jika pasar digital ingin berjalan maksimal, maka akses internet yang memadai harus tersedia. Harapannya para pedagang bisa mendapatkan fasilitas internet yang mendukung aktivitas bisnis digital mereka," katanya.
Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menyambut baik inisiatif Kadin Tangsel yang berfokus pada digitalisasi sektor ekonomi dan pemberdayaan UMKM.
Menurutnya, transformasi digital menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku pasar yang semakin cepat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Tangerang Selatan.
Audiensi tersebut menjadi langkah awal penguatan sinergi antara Kadin Tangsel dan Diskominfo dalam mewujudkan program digitalisasi pasar rakyat, memperluas akses teknologi bagi UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
(***)

