KADIN Tangsel Dorong Program Pendidikan dan Magang ke Taiwan bagi Generasi Muda

kadintangsel.id - Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan, Marhadi, SE., MM., menilai program pendidikan sekaligus pemagangan di Taiwan dapat menjadi salah satu upaya membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk meningkatkan pendidikan dan kompetensinya.

Menurut Marhadi, program tersebut memiliki manfaat strategis, terutama dalam membantu lulusan SMA dan SMK memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan sekaligus mendapatkan pengalaman kerja. Bekal pendidikan dan pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.

Ia berharap program serupa dapat terus dikembangkan melalui kerja sama berbagai pihak, mulai dari KADIN, pemerintah daerah, perguruan tinggi hingga lembaga-lembaga terkait lainnya.

Marhadi mengatakan perubahan kondisi ekonomi global turut memberikan tantangan terhadap dunia usaha dan ketersediaan lapangan pekerjaan. Dalam situasi tersebut, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting agar generasi muda mampu bersaing.

Ia menyebutkan, angka pengangguran di Tangerang Selatan pada 2025 tercatat sebesar 4,13 persen. Menurutnya, berbagai program yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan kompetensi dapat menjadi bagian dari upaya menekan angka pengangguran tersebut.

"Harapan kita agar anak-anak Kota Tangerang Selatan mendapatkan pendidikan yang layak, pendidikan yang lebih baik, tanpa harus ada beban biaya yang tinggi," ujar Marhadi.

Mahasiswa Berpeluang Magang Selama Dua Tahun

Wakil Ketua Umum KADIN Tangerang Selatan sekaligus VP HIKARI, Safrinal Epy Dachlan, mengatakan pengalaman bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan.

Ia menjelaskan, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu hal yang perlu dipersiapkan calon peserta. Kemampuan tersebut dibutuhkan dalam sejumlah proses seleksi maupun tahapan penempatan peserta.

Bagi calon peserta yang belum cukup percaya diri dalam berbahasa Inggris, penyelenggara akan memberikan pelatihan sebagai persiapan sebelum mengikuti wawancara.

"Mana yang berminat kita latih, mungkin dua-tiga bulan untuk menghadapi interview," kata Safrinal.

Selain pengalaman internasional, lamanya masa pemagangan menjadi salah satu keunggulan program tersebut. Peserta memiliki kesempatan menjalani magang di Taiwan hingga dua tahun, sehingga dapat memperoleh pengalaman kerja yang lebih panjang.

Safrinal juga mengusulkan agar perguruan tinggi memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa yang mengikuti program tersebut. Salah satu bentuknya adalah penerapan sistem pembelajaran hybrid agar kegiatan akademik tetap dapat berjalan bersamaan dengan pelaksanaan magang.

Taiwan Membutuhkan Tenaga Kerja Muda

Dalam kegiatan sosialisasi, peserta mendapatkan penjelasan langsung dari mitra yang berada di Taiwan melalui pertemuan secara daring.

Mitra tersebut memaparkan bahwa Taiwan masih memiliki kebutuhan tenaga kerja muda di sejumlah sektor industri. Kondisi ini dinilai dapat menjadi peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja internasional sembari menjalani pendidikan.

Beberapa jenis pekerjaan yang tersedia antara lain bidang produksi dan pengemasan. Penempatan peserta nantinya akan mempertimbangkan kebutuhan perusahaan, regulasi yang berlaku serta aspek keselamatan dan keamanan kerja.

Peserta yang belum memiliki pengalaman kerja juga akan mendapatkan pembekalan sebelum mulai bekerja. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat lebih siap menghadapi lingkungan kerja di Taiwan.

Selama mengikuti program, peserta juga berkesempatan memperoleh penghasilan. Nilai penghasilan akan bergantung pada bidang pekerjaan, posisi, kontrak serta ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di Taiwan.

Mitra di Taiwan bahkan menyampaikan adanya kebutuhan pemagangan dalam skala besar. Jumlah kebutuhan peserta disebut dapat mencapai sekitar 200 orang setiap bulan.

Peluang tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi institusi pendidikan di Indonesia untuk menyiapkan calon peserta yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Bahasa dan Kompetensi Menjadi Bekal Penting

Safrinal mengingatkan para peserta agar tidak hanya berorientasi pada perolehan ijazah setelah mengikuti program di Taiwan.

Menurutnya, pengalaman bekerja di lingkungan internasional, penguasaan bahasa asing serta sikap profesional merupakan modal penting yang akan menentukan daya saing seseorang ketika kembali ke Indonesia dan memasuki dunia kerja.

Penguasaan bahasa Inggris dan Mandarin, kata Safrinal, juga dapat meningkatkan nilai tambah mahasiswa di tengah persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.

"Kalau ditambah dengan kemampuan bahasa Inggris Anda bagus, jauh di atas UMR. Anda punya kemampuan bahasa Inggris yang bagus, ditambah Mandarin, itu sudah pasti punya nilai jual," ujarnya.

Selain kemampuan teknis, peserta juga harus memiliki kedisiplinan dan etika kerja yang baik. Mereka dituntut mampu mengikuti aturan serta beradaptasi dengan budaya dan lingkungan kerja yang berbeda selama berada di Taiwan.

"Jadilah orang yang patuh, jadilah orang yang benar. Masalah pendidikan itu bagaimana kita, tapi ada etika yang harus kita tunjukkan," pesan Marhadi.

Melalui program tersebut, KADIN Tangerang Selatan bersama para mitra berharap generasi muda memperoleh manfaat yang lebih luas, bukan hanya dalam bentuk kesempatan melanjutkan pendidikan, tetapi juga pengalaman profesional di tingkat internasional.

Tahapan program mencakup proses seleksi, pembekalan bahasa dan keterampilan, persiapan keberangkatan, pendampingan selama berada di Taiwan hingga proses penyelesaian pendidikan.

Program ini terbuka bagi lulusan SMA, SMK, MA maupun masyarakat umum yang memenuhi persyaratan. Kesempatan tersebut dapat menjadi alternatif bagi generasi muda untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.

(***) 

Baca Juga:
  • Memuat artikel terkait...

INSTAGRAM FEED

EVENT KADIN TANGSEL