KADIN Tangsel–PLN Perkuat Sinergi, SPKLU dan Investasi Asing Jadi Agenda Strategis
Serpong – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menegaskan komitmennya memperkuat kerja sama dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Serpong. Kolaborasi tersebut diarahkan tidak sebatas silaturahmi, tetapi menjadi ruang sinergi untuk mendorong dunia usaha, investasi, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Tangerang Selatan.
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi dan silaturahmi KADIN Tangsel bersama jajaran PT PLN (Persero) UP3 Serpong yang berlangsung di Kantor PLN UP3 Serpong, Jumat (28/8/2026).
Pertemuan dihadiri Ketua Umum KADIN Tangsel Marhadi, SE., MM., Ketua Komite Tetap Investasi Luar Negeri Rinsil Bintoro, Direktur Eksekutif KADIN Tangsel Medi Sumaedi, SH., serta Komite Tetap Bidang Media KADIN Tangsel.
Pertemuan tersebut dibuka Direktur Eksekutif KADIN Tangsel Medi Sumaedi. Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran PLN UP3 Serpong yang telah menerima KADIN Tangsel untuk berdialog mengenai peluang kerja sama yang dapat dikembangkan bersama.
Medi mengatakan, audiensi tersebut diharapkan menjadi momentum awal untuk membangun hubungan kelembagaan yang lebih konkret antara KADIN Tangsel dan PLN.
“Intinya kami silaturahmi. Harapannya tidak hanya silaturahmi saat ini saja. Bukan ini yang pertama dan terakhir. Kami berharap ada keberlanjutan,” ujar Medi.
Ia menilai posisi KADIN sebagai representasi dunia usaha membuat organisasi tersebut memiliki ruang strategis untuk dilibatkan dalam pembahasan berbagai peluang investasi dan pengembangan usaha di wilayah Tangsel.
KADIN Dorong Sinergi PLN dan Dunia Usaha
Ketua Umum KADIN Tangsel Marhadi mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan struktur organisasi sekaligus memperkuat fungsi KADIN sebagai mitra dunia usaha dan pemerintah.
Menurutnya, hubungan dengan badan usaha milik negara (BUMN) maupun badan usaha milik daerah (BUMD) perlu dibangun secara konstruktif agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat.
“Kami ingin ada sinergi. Mungkin dari PLN ada produk atau program yang bisa kita sinergikan. Kami berharap ada informasi kepada kami, sehingga sinergi ini juga tetap berjalan,” kata Marhadi.
Marhadi menilai perkembangan kendaraan listrik merupakan salah satu sektor yang berpotensi dikembangkan bersama. Pergeseran penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik, menurutnya, membuka peluang baru bagi pelaku usaha.
Karena itu, KADIN Tangsel berharap PLN dapat memberikan informasi mengenai peluang bisnis, skema kemitraan, hingga kebutuhan infrastruktur kelistrikan yang dapat dimanfaatkan para pengusaha.
“Dalam dunia bisnis sama-sama membutuhkan. Harapan kami, kerja sama antara PLN dengan KADIN ini bisa berkelanjutan,” ujarnya.
Empat Negara Berpotensi Masuk Tangsel
Sementara itu, Ketua Komite Tetap Investasi Luar Negeri KADIN Tangsel Rinsil Bintoro mengungkapkan adanya potensi investor asing yang mulai menunjukkan ketertarikan terhadap Tangerang Selatan.
Ia menyebut terdapat sejumlah calon investor dari beberapa negara yang berpotensi dikolaborasikan dengan jaringan dunia usaha di Tangsel.
“Amanahnya cukup berat, Pak, yaitu menarik sebesar mungkin investasi di Tangerang Selatan,” ujar Rinsil.
Menurutnya, peluang investasi tersebut perlu dikawal agar keberadaan investasi tidak hanya memberikan keuntungan bagi investor dari luar daerah maupun luar negeri, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi bagi pengusaha dan masyarakat lokal.
Rinsil menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha Tangsel dalam rantai ekonomi yang terbentuk dari masuknya investasi.
“Jangan sampai banyak investasi di Tangsel, tetapi yang menikmati orang luar. Kami berharap pengusaha-pengusaha lokal punya andil dan memberikan manfaat, terutama untuk masyarakat Tangsel,” tegasnya.
Ia juga membuka peluang agar berbagai program dan produk PLN dapat disosialisasikan kepada anggota KADIN, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi dan sektor industri.
SPKLU Jadi Peluang Bisnis Baru
Salah satu pembahasan paling menonjol dalam audiensi tersebut adalah peluang pengembangan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Tangerang Selatan.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Serpong Beny Indra Praja menjelaskan, PLN terbuka terhadap kemitraan dengan pelaku usaha yang ingin mengembangkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
Menurut Beny, skema pengembangan SPKLU pada prinsipnya memungkinkan adanya kerja sama dengan mitra, khususnya pihak yang memiliki lahan maupun modal investasi.
“Kalau ada mitra atau pengusaha yang ingin berusaha terkait SPKLU, saya rasa yang sekarang terbuka. Karena investasinya besar, bisa bermitra,” jelas Beny.
Ia menjelaskan, PLN berperan dalam penyediaan dan penyaluran tenaga listrik sesuai ketentuan yang berlaku, sedangkan investasi perangkat SPKLU dapat dilakukan oleh mitra.
Beny juga mengingatkan calon investor agar tidak sekadar mengejar jumlah titik SPKLU. Faktor lokasi, jumlah kendaraan listrik di sekitar titik tersebut, pola penggunaan, serta karakteristik pengguna harus menjadi pertimbangan sebelum investasi dilakukan.
“Kalau mau bisnis SPKLU, kita harus pelajari dulu lokasinya. Di situ banyak mobil listrik atau tidak, pola penggunaannya seperti apa,” katanya.
Menurut Beny, terlalu banyak titik SPKLU dalam wilayah yang sama tanpa memperhitungkan permintaan dapat membuat investasi tidak optimal.
KADIN Minta Kepastian Regulasi Sebelum Investasi
Dalam dialog tersebut, KADIN Tangsel juga menyoroti aspek regulasi. Hal ini dinilai penting agar pengusaha memiliki kepastian hukum sebelum mengeluarkan modal untuk pembangunan SPKLU.
KADIN ingin memastikan aspek perizinan, penggunaan aset atau lahan, penyambungan listrik, pembangunan gardu, hingga kewajiban daerah dapat dipahami sejak awal oleh calon investor.
Marhadi menilai kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk melindungi pengusaha yang hendak berinvestasi.
“Jangan sampai pengusaha sudah investasi, kemudian ternyata tidak boleh karena belum ada aturan daerah yang mengatur,” ujarnya.
KADIN juga menilai perlu ada kejelasan mengenai kontribusi atau potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari aktivitas SPKLU sehingga kepentingan pemerintah daerah, PLN, investor, dan masyarakat dapat ditempatkan secara proporsional.
PLN Siap Bantu Percepatan Penyambungan
Beny Indra Praja memastikan PLN pada prinsipnya terbuka terhadap permohonan penyambungan listrik untuk pengembangan SPKLU selama persyaratan teknis dan ketentuan yang berlaku telah dipenuhi.
Ia mengatakan, PLN memiliki kepentingan untuk mendorong pertumbuhan penggunaan listrik, termasuk melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
“Kita tujuannya menjual listrik. Kalau ada investasi dan mau datang, tentu kita ingin segera menyambungkan,” ujarnya.
Beny menjelaskan, calon mitra perlu menyiapkan lokasi dan memenuhi persyaratan yang ditentukan. Untuk kebutuhan daya besar, pembangunan infrastruktur pendukung seperti gardu dapat menjadi bagian dari investasi sesuai skema yang disepakati.
Dalam kesempatan tersebut juga dibahas rencana pengembangan sejumlah titik SPKLU di Tangsel melalui kemitraan dengan penyedia infrastruktur pengisian kendaraan listrik.
KADIN Tangsel menyampaikan bahwa terdapat calon mitra yang telah melakukan penjajakan untuk pengembangan SPKLU, termasuk iGreen dan Green SM. Pengembangan tersebut diarahkan pada sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi pengguna kendaraan listrik.
Jangan Sampai Tangsel Hanya Jadi Penonton
Audiensi KADIN Tangsel dan PLN UP3 Serpong juga membahas perubahan tren industri otomotif. Pertumbuhan kendaraan listrik dinilai membuka peluang usaha baru yang tidak boleh dilewatkan pelaku usaha lokal.
Rinsil mengatakan, pengusaha Tangsel perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi perubahan tersebut.
“Jangan sampai kita jadi penonton. Jangan sampai ketinggalan,” ujarnya.
Beny juga melihat bisnis SPKLU sebagai sektor yang memiliki prospek jangka panjang seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik.
Menurutnya, calon investor sebaiknya memulai dari titik yang memiliki potensi permintaan, kemudian melakukan pengembangan secara bertahap berdasarkan tingkat penggunaan.
KADIN dan PLN Dorong Investasi yang Memberi Manfaat ke Tangsel
Di akhir pertemuan, kedua pihak menegaskan pentingnya keberlanjutan komunikasi dan koordinasi. KADIN Tangsel akan mengawal kebutuhan dunia usaha, sementara PLN memberikan informasi teknis dan peluang kemitraan yang dapat dikembangkan sesuai regulasi.
Kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan pada pembangunan SPKLU, tetapi juga membuka ruang bagi pengusaha Tangsel untuk memahami peluang usaha di sektor kelistrikan dan energi.
Bagi KADIN Tangsel, sinergi dengan PLN menjadi bagian dari upaya membuka akses informasi dan peluang investasi bagi anggota sekaligus memastikan investasi yang masuk ke Tangsel memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Dengan potensi pertumbuhan kendaraan listrik dan minat investor yang mulai muncul, pengembangan infrastruktur SPKLU dinilai dapat menjadi salah satu sektor usaha baru di Tangerang Selatan.
Namun, kepastian regulasi, kelayakan lokasi, kesiapan jaringan listrik, skema kemitraan, serta manfaat ekonomi bagi daerah tetap menjadi faktor penting sebelum investasi direalisasikan.
Audiensi tersebut pun diharapkan menjadi langkah awal menuju kerja sama yang lebih konkret antara KADIN Tangsel dan PLN UP3 Serpong, sekaligus memperkuat posisi dunia usaha lokal dalam menghadapi transformasi ekonomi berbasis energi dan teknologi.
(***)
- Memuat artikel terkait...

