100 Ribu UMKM Tangsel Didorong Naik Kelas, Entrepreneur Hub Buka Akses Pasar hingga Global


Serpong - Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Koperasi dan UKM memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Forum Penguatan Ekosistem UMKM Tangerang Selatan Entrepreneur Hub di Gedung Galeri Koperasi dan UKM, Serpong, Selasa (29/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, perbankan, dunia usaha, komunitas hingga mahasiswa. Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, membuka akses pembiayaan dan pasar, serta mendorong UMKM Tangerang Selatan naik kelas.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan saat membuka forum mengatakan perubahan dunia usaha menuntut pelaku UMKM tidak hanya mampu menjalankan bisnis, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan pasar, teknologi dan digitalisasi.

“Pelaku usaha tidak cukup hanya mendirikan usaha. Mereka juga perlu meningkatkan kapasitas, melakukan inovasi, memperluas akses pasar, memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, serta membangun jejaring usaha yang kuat,” ujar Pilar.

Menurut Pilar, perubahan pola bisnis membuat pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Model bisnis konvensional kini banyak bergeser ke ekosistem digital, baik dalam pemasaran produk maupun jasa.

Karena itu, Tangerang Selatan Entrepreneur Hub diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan pelaku UMKM dengan investor, perbankan, pemerintah, komunitas dan mitra usaha.

Pilar mengatakan penguatan UMKM juga berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tujuannya untuk mengurangi angka pengangguran di wilayah Kota Tangerang Selatan,” katanya.

Lebih dari 100 Ribu Pelaku UMKM

Dalam kesempatan tersebut, Pilar menyebut jumlah pelaku UMKM yang tercatat di Tangerang Selatan telah mencapai lebih dari 100 ribu pelaku usaha.

Ia mengatakan sebagian pelaku usaha tersebut bergerak di sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang mengikuti perubahan kebutuhan pasar.

Menurut Pilar, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu mengidentifikasi kebutuhan pelaku usaha, potensi yang dapat dikembangkan, peluang pasar serta berbagai hambatan yang masih dihadapi UMKM.

Ia menekankan bahwa pelaku usaha tidak cukup hanya menghasilkan produk, tetapi juga harus memastikan produk tersebut relevan dengan kebutuhan konsumen.

“Kalau kita tidak relevan dengan perkembangan zaman, maka kita akan dilindas oleh zaman,” tegasnya.

Pilar mencontohkan perubahan industri musik dari penjualan VCD menuju platform digital seperti Spotify dan YouTube sebagai gambaran bagaimana teknologi dapat mengubah pola bisnis.

Menurutnya, perubahan tersebut menjadi pelajaran bagi pelaku UMKM agar tidak mempertahankan pola usaha yang sudah tidak sesuai dengan perkembangan pasar.

UMKM Tangsel Dibidik Tembus Pasar Global

Pilar juga mengungkapkan terdapat pelaku usaha asal Tangerang Selatan yang telah mampu menembus pasar nasional hingga internasional.

Ia mencontohkan pengiriman produk bumbu dapur dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji pada 2026.

Menurut Pilar, potensi tersebut menunjukkan produk UMKM Tangsel memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas. Namun, sebagian pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan, terutama dalam memahami akses pasar dan prosedur ekspor.

“Ini perlu pendampingan khusus supaya mereka tahu bagaimana mereka bisa menjual produknya, bukan hanya nasional bahkan global,” ujarnya.

Pilar menilai pelaku UMKM juga perlu memahami standar dan persyaratan pasar internasional, termasuk jika ingin memasuki pasar Eropa maupun Jepang.

Selain pasar, persoalan permodalan menjadi perhatian. Pilar mendorong pelaku usaha mulai terbuka terhadap skema investasi dan kolaborasi agar bisnis dapat berkembang lebih besar.

“Sekarang zamannya kolaborasi,” katanya.







KADIN: UMKM Perlu Masuk Ekosistem Bisnis

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan Marhadi, SE., MM., mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk mempertemukan potensi UMKM dengan berbagai unsur dunia usaha.

Menurut Marhadi, penguatan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial karena pelaku usaha membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, perbankan, dunia usaha hingga akses pasar.

“Kita melihat UMKM Tangerang Selatan memiliki potensi yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut bisa masuk ke dalam ekosistem bisnis yang lebih luas. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, KADIN, perbankan, dunia usaha dan pelaku UMKM harus terus diperkuat, terutama dalam membuka akses pasar, pembiayaan, pendampingan dan jejaring usaha,” ujar Marhadi saat ditemui awak media.

Marhadi menambahkan, KADIN Tangsel siap mengambil bagian dalam memperkuat komunikasi antara pelaku UMKM dengan dunia usaha.

“KADIN hadir sebagai bagian dari dunia usaha untuk ikut menjembatani kepentingan pelaku UMKM dengan peluang bisnis yang ada. Harapannya, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu berkembang, naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat, termasuk membuka peluang untuk masuk ke pasar nasional maupun global,” katanya.

Entrepreneur Hub Diminta Tidak Berhenti di Forum

Pilar meminta hasil Forum Penguatan Ekosistem UMKM Tangerang Selatan Entrepreneur Hub tidak berhenti pada diskusi.

Ia meminta adanya rencana aksi jangka pendek untuk periode September hingga Desember 2026 serta rencana kerja 2027.

Menurut Pilar, rencana tersebut harus memiliki langkah yang jelas, terarah, terukur dan dapat dipantau bersama.

Ia juga mendorong pelatihan manajemen risiko, pengelolaan keuangan serta manajemen arus kas bagi pelaku UMKM.

Pilar menilai pengusaha perlu memiliki perspektif jangka panjang, tidak hanya memikirkan kebutuhan operasional bulanan.

“Para pelaku usaha di Tangerang Selatan harus berpikir dua tahun ke depan, lima tahun ke depan, sampai sepuluh tahun ke depan,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan aset dan penyusutan peralatan agar keuntungan usaha tidak seluruhnya dianggap sebagai pendapatan pribadi.

Kolaborasi Pemerintah, KADIN dan Perbankan

Forum tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Kota Tangerang Selatan Marhadi, SE., MM., Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tangsel Bachtiar Priyambodo, Kepala Dinas Pariwisata Tangsel Elvin, perwakilan perbankan, pelaku UMKM, komunitas serta mahasiswa.

Pilar berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong semakin banyak usaha mikro dan kecil berkembang menjadi usaha menengah hingga perusahaan berskala nasional dan global.

Menurutnya, pembangunan ekosistem kewirausahaan merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan konsistensi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Insya Allah dalam lima tahun, sepuluh tahun ke depan, tumbuh para pengusaha hebat di kota kita yang bisa memberi sumbangsih bagi negara, masyarakat, dan membanggakan kita semua,” ujarnya.

Pilar kemudian membuka secara resmi Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, agenda Forum Penguatan Tangerang Selatan Entrepreneur Hub Tahun 2026 dengan ini saya nyatakan resmi dibuka,” kata Pilar.

(***) 

Baca Juga:
  • Memuat artikel terkait...

INSTAGRAM FEED

EVENT KADIN TANGSEL